Dukung Proses Hukum ke Habib Rizieq, Massa Bagi-bagi Bunga di Polda Metro


Sekelompok perempuan yang mengatasnamakan Kelompok Perempuan Independent menggelar aksi di Polda Metro Jaya. Mereka mendukung tindakan tegas polisi terhadap Habib Rizieq Shihab.

Pantauan detikcom, massa tampak membagi-bagikan bunga di kawasan Polda Metro Jaya, baik ke polisi maupun warga yang melintas. Mereka juga membawa poster bertulisan 'Polda Metro Jaya Jangan Takut dengan Ormas Radikan' hingga 'Kami Bersama Polda Metro Jaya Dalam Menjaga Kamtibnas'.

"Kita mendukung Polda Metro Jaya dalam menangkap HRS agar bertanggung jawab terhadap permasalah hukumnya," ujar Koordinator Perempuan Independent, Tata, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/12/2020).


"Kita datang kemari murni dan inisiatif kami melihat kondisi Polda Metro Jaya yang mendapat serangan bertubi-tubi dari kelompok intoleran," tambah Tata.Tata mengatakan aksi bagi-bagi bunga dan dukungan ke Polda Metro Jaya ini merupakan inisiatif kelompoknya. Hal itu, kata dia, lantaran banyaknya serangan yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus Habib Rizieq.

Kelompok Perempuan Independent bagi-bagi bunga untuk mendukung Polda Metro (Foto: Izzata/detikcom)Kelompok Perempuan Independent bagi-bagi bunga untuk mendukung Polda Metro. (Izzata/detikcom)

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung Polda Metro Jaya untuk bertindak tegas ke Rizieq Shihab," imbuhnya.

Seperti diketahui, Habib Rizieq Shihab telah resmi ditahan Polda Metro Jaya usai menjadi tersangka penghasutan terkait kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Habib Rizieq ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Narkoba Polda Metro Jaya.


"Untuk objektif ya ancaman di atas 5 tahun. Kemudian yang subjektif kenapa dilakukan penahanan pertama agar tersangka tidak melarikan diri, kemudian tidak menghilangkan barang bukti, dan ketiga adalah tidak mengulangi perbuatannya," ujar kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020) dini hari.Habib Rizieq akan menjalani penahanan untuk 20 hari pertama terhitung sejak 12 Desember hingga 31 Desember 2020. Argo menyebut ada dua alasan Habib Rizieq ditahan, yakni alasan subjektif dan objektif penyidik.

LihatTutupKomentar