Dua hari sebelumnya, Semarang ternyata sudah diramal bakal banjir

 

Dua hari sebelumnya, Semarang ternyata sudah diramal bakal banjir

Intensitas hujan tinggi di kota Semarang yang terjadi sepanjang Sabtu dinihari hingga pagi Sabtu 6 Februari 2021, menyebabkan kota Semarang terendam banjir. Namun dua hari sebelum peristiwa, muncul ramalan yang menyebutkan kota Semarang akan dilanda musibah banjir akibat intensitas tinggi.

Ramalan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Klimatologi Semarang merupakan institusi pemerintah yang sudah meramalkan peristiwa kota Semarang akan dilanda peristiwa banjir.

Berdasarkan data yang dirilis curah hujan yang turun dalam beberapa hari sebelum peristiwa banjir sudah terdeteksi  melalui  citra satelit yang bisa menimbulkan hujan. Tingginya intensitas curah hujan membuat BMKG mengeluarkan peringatan beberapa titik termasuk kota Semarang akan dilanda banjir.

Gambaran angin di Indonesia. Foto: BMKG.
Gambaran angin di Indonesia. Foto: BMKG.

Stasiun Klimatologi Semarang menunjukkan curah hujan yang turun terukur hingga 183 milimeter atau masuk dalam kategori intensitas hujan yang ekstrem. Hal tersebut diungkap BMKG Semarang melalui siaran persnya yang dikeluarkan minggu 7 Februari 2021.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, Sukasno, merinci curah hujan itu terukur di Pos Hujan Beringin Kecamatan Ngaliyan. Adapun di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani juga tercatat sebesar 171 mm. Keduanya sama tergolong hujan ekstrem karena lebih dari 150 mm dalam sehari.

Sedangkan dalam catatan datanya, untuk curah hujan terendah yang terjadi yakni 69 mm yang terpantau di pos Hujan Meteseh masih digolongkan sebagai hujan yang lebat. Kategori lebat tersebut antara 5—100 mm.


Anggota Front Persaudaraan Islam (FPI) membantu korban banjir di Kalsel. Foto: Twitter @Reborn_FPI
Anggota Front Persaudaraan Islam (FPI) membantu korban banjir di Kalsel. Foto: Twitter @Reborn_FPI

Stasiun Klimatologi Semarang juga sudah memantau terjadinya hujan sejak pukul 00.10 WIB, intensitas hujan juga terpantau semakin meningkat menjadi lebat dan sangat lebat sejak pukul 02.10 WIB. Kondisi tersebut terus terjadi hingga pukul 07.00 WIB.

Citra Satelit Himawari, awan konvektif memang telah diperkirakan sebelumnya kalau mulai tumbuh pada pukul 02.00 WIB dan semakin bertambah hingga menjelang pukul 07.00 WIB. Pertumbuhan awan tersebut memicu hujan yang terjadi di Kota Semarang dengan intensitas ringan sejak pukul 02 WIB dan bertambah intensitas sedang-lebat pada pukul 05-06 WIB dan mulai menurun hujannya dengan intensitas ringan-sedang pada pukul 07 WIB.


Kondisi pantaun tersebut, membuat BMKG sudah memberikan peringatan atas gejala cuaca yang terjadi beberapa kali ke masyarakat setempat. Peringatan dini untuk cuaca ekstrem sendiri sudah dilakukan BMKG pada 6 Februari 2021 pukul 01.30 WIB dan informasinya diperbaharui pukul 05.20 WIB.

Evakuasi warga yang kebanjiran di Sawangan
Evakuasi warga yang kebanjiran di Sawangan. Foto: Darmawan

BMKG keluarkan peringatan dua hari sebelum banjir

Sebelum peristiwa banjir Semarang terjadi BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan cuaca berbasis dampak Signature pada 4 Februari 2021 yang berlaku 5 Februari 2021 pukul 07.00 WIB sampai dengan 6 Frebuari 2021 pukul 07.00 WIB melalui laman resminya.

Kota Semarang banjir telah diprediksi lewat peta Potensi Dampak Hujan Lebat untuk Dampak Banjir/Bandang di wilayah Jawa Tengah dengan kategori Waspada, di mana ibu kota provinsi itu termasuk di dalamnya.

Sumber : https://www.hops.id/banjir-semarang-ramalah-sudah-muncul-dua-hari-sebelumnya/

LihatTutupKomentar