Heboh! Deklarasi Persatuan Dukun Nusantara, Programnya Festival Santet Pertama di Indonesia

 

Heboh! Deklarasi Persatuan Dukun Nusantara, Programnya Festival Santet Pertama di Indonesia

https: img.okezone.com content 2021 02 04 519 2356606 heboh-deklarasi-persatuan-dukun-nusantara-programnya-festival-santet-pertama-di-indonesia-iSX1C1AXql.jpg


BANYUWANGI – Sejumlah orang mendeklarasikan Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu). Salah satu program kerjanya adalah Festival Santet pertama di Indonesia. Rencananya, Festival Santet tersebut akan digelar pada bulan Suro atau Muharam.

Festival Santet ini bertujuan sebagai destinasi mistis di Banyuwangi. Di antaranya, Alaspurwo, Rowo Bayu dan Antaboga di Kecamatan Glenmore.

Dalam Festival Santet, nantinya juga akan dijelaskan mengenai ilmu-ilmu spiritual yang masih terdapat di Banyuwangi.

Perdunu sendiri dibuat dengan tujuan agar masyarakat tidak tertipu aksi dukun abal-abal yang menjerumus terhadap modus penipuan.

Aksi Perdunu ini menuai sejumlah komentar positif dari netizen, seperti akun @vanirveriani dan @ggkelinci di Twitter.

“Tenang, menurut berita di tulisannya gelar acaranya menjelaskan seperti apa orang2 yg terkena santet/sihir. Jadi bisa buat pengetahuan kita yg gatau apa2. Trs ada pengobatan2 gratis juga. Selama tidak menurunkan kadar keimanan dalam diri. Aku sih yes,” tulis @vanirveriani.

“Visinya bagus biar tidak ada yang tertipu oleh dukun abal-abal dan dukun cabul,” komentar @ggkelinci.

Perdunu sendiri terbentuk pada Rabu (3/2) di Desa Sumberarum, Banyuwangi. Didapuk sebagai Ketua Umum Perdunu, Abdul Fatah Hasan. Dalam waktu dekat, Perdunu akan menyelenggarakan doa bersama dan pengobatan gratis.

Rencananya acara tersebut akan digelar pada akhir bulan ini. Acara doa bersama bertujuan agar masyarakat Banyuwangi dapat terhindar dari bahaya. Sedangkan pengobatan gratis dilakukan untuk berbagai macam penyakit.

(Meilila Syavira)


Sumber : https://news.okezone.com/read/2021/02/04/519/2356606/heboh-deklarasi-persatuan-dukun-nusantara-programnya-festival-santet-pertama-di-indonesia

LihatTutupKomentar