Lagi Dosen UIN buat Ulah , Mahasiswa UIN Makassar Wajib Bawa Bunga Saat Bimbingan, Harga Capai Rp 400 Ribu

 Lagi Dosen UIN buat Ulah , Mahasiswa UIN Makassar Wajib Bawa Bunga Saat Bimbingan, Harga Capai Rp 400 Ribu

 

Mahasiswa UIN Makassar Wajib Bawa Bunga Saat Bimbingan, Harga Capai Rp 400 Ribu


Sejumlah bunga diminta oknum dosen UIN Makassar kepada mahasiswanya saat akan bimbingan skripsi (Hermawan/detikcom).
Makassar - 

Oknum dosen Fakultas Farmasi UIN Alauddin, Makassar, yang viral minta tanaman bunga kepada mahasiswi bimbingan skripsi disebut kerap memesan bunga berharga beragam. Mahasiswi mengatakan harga satu pot bunga bisa sampai Rp 400 ribu.

"Satu pot itu Rp 400 ribu, baru disuruhka bawa dua," kata seorang mahasiswi Jurusan Farmasi UIN Alauddin, Makassar, kepada detikcom, Kamis (4/2/2021).

Menurut sang mahasiswi, harga bunga tersebut cukup mahal untuk ukuran mahasiswa. "Kalau harga Rp 50 ribu, mungkin tidak ji, tapi ini Rp 400 ribu satu pot," katanya.


"Bukan sebenarnya poin utama di situ masalah bunga-bunga dan harganya. Poin utama adalah karakter sebagai tenaga pendidiknya, apakah wajar dimintakan hal demikian kepada mahasiswa," katanya.Sementara itu, mahasiswi jurusan Farmasi lainnya mengatakan peristiwa ini tidak hanya soal harga semata. Dia menyinggung soal aspek kewajaran.

Sementara itu, paman salah satu mahasiswi, Muhammad Aldi Ibrahim, yang juga mengupayakan kasus ini diusut, meminta oknum dosen yang meminta tanaman bunga diberi hukuman yang layak.

"(Saya harap) dicopot, tidak lagi dikasih (jatah) bimbingan. Ketiga, minta maaf di publik, karena kan sudah mencoreng dunia pendidikan ini. Dan korban kan bukan cuma satu, lebih dari itu," ujar Aldi.

Selain itu, sang oknum dosen juga diminta berani memberikan klarifikasi hingga meminta maaf secara terbuka. Sebab, katanya, kasus ini telah menjadi perhatian publik.

"Minta maaf kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa yang menjadi korban, dan harus ke publik karena ini sudah jadi konsumsi publik, supaya ada efek jeralah," kata Aldi.

Aldi juga mengatakan sang oknum dosen yang juga berstatus PNS tersebut harusnya memegang sumpah prajabatan.

"Dia kan sebagai tenaga pendidik, dia juga PNS, yang mana PNS itu sudah disumpah," kata Aldi.

Menurut Aldi, nilai-nilai yang harus dipegang seorang PNS itu ada lima, yaitu akuntabilitas, tidak nepotisme, etika, komitmen mutu, dan antikorupsi.

"Nah, di sini sepertinya dia sudah melanggar dari ketentuan ketiga dan kelima. Tak pantas seorang tenaga pendidik melakukan hal itu, apalagi dia sebagai cikal bakal pencetus generasi, harusnya memberi contoh yang baik dan juga memanusiakan lah mahasiswa itu sendiri," katanya.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5360768/mahasiswa-uin-makassar-wajib-bawa-bunga-saat-bimbingan-harga-capai-rp-400-ribu?_ga=2.119957064.1988525196.1612426645-1395970298.1612426645

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3