Penganiaya Perempuan di Sulsel di Bawah Umur, Polisi Upayakan Diversi Hukum

Penganiaya Perempuan di Sulsel di Bawah Umur, Polisi Upayakan Diversi Hukum

 

Penganiaya Perempuan di Sulsel di Bawah Umur, Polisi Upayakan Diversi Hukum



Enrekang - 

Polisi mengupayakan diversi hukum dalam penyelidikan kasus penganiayaan perempuan di Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini mengingat pelaku berinisial H masih berusia di bawah umur, yakni 14 tahun.

"Kita berikan bimbingan konseling ke yang bersangkutan dan si anak terduga pelaku kan dia di bawah umur dan ancamannya di bawah 7 tahun, nanti kita rencanakan lakukan diversi," ujar Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya Ghalib dalam keterangan kepada detikcom, Selasa (2/2/2021).

Andi menambahkan H saat ini masih berstatus sebagai pelajar sekolah menengah pertama (SMP). Penanganan terhadap H dilakukan dengan mengedepankan Undang-Undang Sistem Peradilan Anak.

"Karena terduga masih di bawah umur, sehingga penanganannya sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Anak," tuturnya.

Terungkap 4 Jam

Kasus penganiayaan H terhadap perempuan S ini viral di media sosial (medsos). Polisi bergerak cepat menyelidiki kejadian viral itu dan mengamankan pelaku di Kecamatan Masalle, Enrekang, Sulsel.

"Saya perintahkan Kapolsek untuk menerjunkan personelnya untuk mengusut beredarnya video pemukulan yang beredar luas di media sosial," ungkap Andi.


Andi menyebut bahwa kasus itu bermula dari kesalahpahaman. Awalnya, terduga pelaku mengira bahwa korban mengatainya 'bencong' sehingga membuat pelaku tersinggung. Setelah itu, terduga pelaku mengajak korban bertemu di lapangan bola.Dalam hitungan 4 jam, Kanit Intelkam Polsek Alla Bripka Ihwan bersama Briptu Rudi Nurdin berhasil mengamankan pelaku penganiayaan terhadap perempuan yang viral tersebut. Pelaku diamankan di rumahnya di wilayah Kecamatan Masalle, Enrekang.

"Dia ketemuan di lapangan bola, si anak laki-laki ini nanya 'kenapa kamu ngatain saya bencong?' Si perempuan ini bilang 'saya nggak pernah ngatain kamu bencong'," katanya.

Setelah keduanya bertemu, terjadilah percekcokan.

"Setelah bertemu, korban langsung mengatakan 'mau ko ka berkelahi (kamu mau berkelahi?)' dan terduga berkata 'menangis ko nanti kalo saya pukul ko (menangis nanti kamu kalau saya pukul kamu)' dan korban berkata 'tidakji (tidak)' dan di situlah terduga langsung memukul korban," paparnya.

Mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel ini mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada September 2020. Namun belakangan, video ini baru tersebar dan viral di media sosial.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-5357897/penganiaya-perempuan-di-sulsel-di-bawah-umur-polisi-upayakan-diversi-hukum?_ga=2.213917778.43429313.1612251499-1593213243.1612251496

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3