Tulis Selamat Tinggal Padang, Ini Terjadi pada Ortu Siswi Dipaksa Jilbab

Tulis Selamat Tinggal Padang, Ini Terjadi pada Ortu Siswi Dipaksa Jilbab

 

Tulis Selamat Tinggal Padang, Ini Terjadi pada Ortu Siswi Dipaksa Jilbab

Tulis Selamat Tinggal Padang, Ini Terjadi pada Ortu Siswi Dipaksa Jilbab

SuaraLampung.id - Elianu Hia, orangtua siswi SMKN 2 Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang dipaksa berjilbab, membuat status yang kembali menjadi viral.

Status orangtua siswi SMKN 2 Padang yang dipaksa berjilbab ini dibuat di akun Facebook nya Elianu Hia. Di dalam statusnya, ia menulis Selamat Tinggal Kota Padang. 

Berikut isi status Facebook Elianu Hia. "Slmt tinggal kota padang,,semoga di kota yg baru ada kedamaian,," tulis Elianu Hia. Status Elianu Hia ini viral di media sosial tidak hanya di Facebook tapi juga di Twitter. 

Gara-gara status itu banyak yang beranggapan Elianu Hia dan keluarganya pindah Kota Padang setelah masalah pemaksaan jilbab terhadap anaknya di SMKN 2 Padang. 

Akun Facebook Elianu Hia pun dibanjiri komentar menanyakan maksud status tersebut.  

Seperti yang diutarakan akun Facebook Linda Delta.

"Lho ada apa pula ini pak Elianu Hia. Bukankah sudah banyak dukungan dari Mendikbud Nadiem dan KPAI serta Komnas HAM , Menag ? Apakah dalam kenyataannya ada tekanan2 atau semacam teror bgitu pak ? Secara hukum kan sudah benar yang bapak lakukan ? Jangan menyerah donk pak biar bisa kasih semangat yang lain. Bapak sudah di ujung jalan jangan mundur lagi pak .. Ayo maju maju ayo maju maju tak gentar. Yang penting kekuatan hati dalam kebenaran, di manapun berada kebahagiaan dalam kebenaran adalah pokok yang kuat," tulis Linda Delta mengomentari status Elianu Hia.

"Statusnya seakan2 meninggalkan kota Padang. Sudah banyak pendapat yg mengatakan Padang intoleran. Tapi ternyata masih tinggal di Padang juga. Apa sih tujuannya bikin status seperti itu?. Kita mau hidup rukun dan damai di Padang ini colek pak pendeta Henry Dunan Sirait," tulis Nurlinda Yenti.

Komentar Nurlinda Yenti mendapat tanggapan dari istri Elianu Hia. "Meninggalkan kota padang krn ada kerja d luar kota bp/ibu.," tulis Ampuni Daeli, istri Elianu Hia. 

Menurut Nurlinda Yenti, jika hanya pindah kerja semestinya tidak usah membuat status seperti itu. "Klu hanya untuk kerja tidak usahlah status suami ibu seperti itu. Banyak yg salah mengartikan. Kita mau hidup rukun dan damai bu," tulis Nurlinda.

Ampuni Daeli, istri Eliani Hua, mengatakan, keluarganya tidak pernah diganggu dan diusir dari Kota Padang. "kita gk pernah d ganggu apalagi d usir,org2 yg ada d sekitar kita sngat baik.. Kita saling mnghargai satu sama lain.." tulisnya.

Menurut Ampuni Daeli, tanggapan orang memang berbeda-beda mengenai status suaminya. Ada yang mengaitkannya dengan masalah pemaksaan jilbab. Padahal kata Ampuni Daeli, bukan itu maksud status suaminya. 

"itulah tanggapan org2 bu berbeda beda.. Krn dah ada mslah kemarin tuh jd d bawa2..padahal bkn itu maksdnya kan.." tulisnya. 

Elianu Hia pun membalas komentar Linda Delta. Menurutnya, dirinya tidak pindah domisili dari Padang hanya pindah kerja ke luar Padang. 

"Linda Delta. saya hanya mencari sesuap nasi di luar kota bu,,keluarga masih di padang,dan anak saya jga masih sekolah di sekolah yg sama,," jawab Elianu Hia. 

Namun status Eliani Hua ini banyak mendapat protes karena seakan-akan meninggalkan Kota Padang gara-gara masalah pemaksaan jilbab anaknya di SMKN 2 Padang. 

Sumber : https://lampung.suara.com/read/2021/02/02/105139/tulis-selamat-tinggal-padang-ini-terjadi-pada-ortu-siswi-dipaksa-jilbab

BACA HALAMAN SELANJUTNYA

Halaman
2 3