Pablo Benua uggah kondisi Anton Medan sebelum meninggal: Bungkuk dan kurus

 

Pablo Benua uggah kondisi Anton Medan sebelum meninggal: Bungkuk dan kurus

Kabar duka datang dari pendakwah mantan narapidana, Anton Medan meninggal dunia.

Pria dengan nama Mubalig Ramdhan Effendi atau Tan Hok Liong dikabarkan meninggal dunia pada Senin 15 Maret 2021 di kedamannya Cibinong Bogor pada Senin sore.

Kabar duka itu disampaikan oleh Pablo Benua yang merupakan anak angkat Anton Medan di laman media sosialnya.

Lewat informasinya, ia mengucapkan kabar duka dan menyebut Anton Medan sebagai ‘orang baik’.

Anton Medan
Anton Medan Foto: Instagram.

“innalillahi wainnalillahi roziun, smg amal ibadahnya diterima oleh Allah swt ,” ujar Pablo di laman Instagramnya Senin 15 maret 2021.

yang jadi sorotan dalam foto yang diunggah Pablo, nampak kondisi terakhir Anton Medan.

Dalam foto tersebut, Anton Medan yang dahulu terlihat gagah kini nampak kurus dengan tubuhnya yang membungkuk.

Anton Medan. Foto: HarianIndo
Anton Medan. Foto: HarianIndo

Anton memang diketahui tengah berjuang melawan stroke dan diabetes yang dideritanya.

Kondisinya diungkapkan ketua Umum Persatuan islam Tionghoa (PITI), Ipong Hembiring Putra pada Senin 15 Maret 2021.

“Iya benar, karena stroke dan diabetes,” ujarnya dilansir laman Kompas.

Unggahan Pablo juga diwarnai doa dan komentar warganet.

“Innalilahi semoga husnul khotimah,” ujar warganet.

“Innalillahi kurus dan bungkuk sebelum meninggal,” ujar warganet lain.

Anton Medan sempat menangisi Pablo Benua

Diketahui, Pablo Benua merupakan anak angkat dari Anton medan. Bahkan Anton sempat mendatangi sidang kasus ‘Ikan Asin’ dengan terdakwa Pablo Benua, Rey Utami, dan Galih Ginanjar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 2019 silam.

Tak cuma sekadar memberi support, mantan preman yang kini memiliki pesantren Anton Medan ikut menyaksikan sidang tersebut.

“Jadi saya cukup bahagia ya, karena ada bapak angkat saya datang Pak Anton Medan mendampingi saya di sini, support,” kata Pablo Benua kala itu.

Anton Medan dan Pablo Benua. Foto: Suara
Anton Medan dan Pablo Benua. Foto: Suara

Saat itu Anton yang berada di samping Pablo Benua tak kuasa menahan tangis. Ia teringat anak Pablo yang kini ada di pasantren.

“Jadi beliau dulu nikahnya saya nikahin, masuk islam, nikah sama Rey Utami, saya punya tanggung jawab juga. Sekarang anaknya dua-duanya di pasantren, anaknya masih kecil-kecil lagi,” ujar Anton Medan dilansir Suara.

Anton kala itu berharap pihak pelapor, yaknni Fairuz A Rafiq dan tiga terdakwa dapat menempuh jalur kekeluargaan (berdamai).

Baginya permasalahan ikan asin ini hanya persoalan biasa tidak perlu menggunakan jalur hukum.

“Jadi saya bilang coba lakukan damai aja. Makanya saya minta segera lah di mediasi supaya selesai. Bunuh orang nggak, nipu nggak, mencuri nggak, yang begini coba. Tapi dampaknya ke anaknya,” kata Anton Medan, tutupnya.

Hingga kini belum diketahui kapan proses pemakaman akan berlangsung. Hops masih mencoba menghubungi pihak terkait.

Sumber : https://www.hops.id/kondisi-anton-medan-sebelum-meninggal/

LihatTutupKomentar