Ada di 800 meter, kondisi KRI Nanggala disebut sudah berantakan tak karuan

 

Ada di 800 meter, kondisi KRI Nanggala disebut sudah berantakan tak karuan

Kapal selam kebanggaan Indonesia KRI Nanggala 402 yang alami kecelakaan di perairan Bali sudah terdeteksi berada di kedalaman 800 meter. Oleh TNI AL, kapal itu dinyatakan subsunk (tenggelam).

Walau belum mengetahui pasti kondisi KRI Nanggala saat ini, namun Mantan Kepala Badan Intel TNI Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto sudah bisa bayangkan bagaimana kondisi kapal itu saat berada di 800 meter di bawah permukaan laut.

“Kalau sudah 800 meter badannya sudah retak-retak itu, air sudah masuk ke dalam badan kapal, kapal sudah berantakan kena tekanan. Sebab tekanan air sudah besar sekali, sehingga badan kapal sudah tak mampu menahan, bisa pecah,” kata dia diwawancara live, dikutip Minggu 25 April 2021.

Tim Combat Diver Kopaska menyelam bersama KRI Nanggala 402
Tim Combat Diver Kopaska menyelam bersama KRI Nanggala 402

Soleman lantas menyinggung kondisi 53 awak yang berada di KRI Nanggala di kedalaman 800 meter. Menurut dia kemungkinan bertahan hidupnya sudah sangat kecil. Sebab andaipun kapal belum pecah, cadangan oksigennya dikatakan sudah habis dari 72 jam yang dimiliki.

Angka 72 jam, kata dia, sudah total oksigen maksimum selama tidak ada penambahan oksigen baru dari luar.

Bukti KRI Nanggala berantakan di 800 meter

Lebih jauh, Soleman lantas mengurai bukti kalau KRI Nanggala sudah berantakan. Yakni soal temuan bahan bakar alias ceceran minyak yang sudah keluar. Padahal minyak itu tentu berada di dalam tangki. Lantaran sifat cairan minyak yang ringan, maka dia kemudian naik ke permukaan.

“Nanti juga akan naik kasur, dan barang-barang ringan lainnya kalau tidak tertahan badan kapal. Pasti barang-barang itu naik ke permukaan. Kalau sudah begitu, berarti memang benar kalau KRI Nanggala sudah pecah di bawah air,” tutur dia lagi.

Soleman bilang, memang ada beberapa penyebab proses penyelamatan tak bisa dilakukan. Salah satunya jika anak buah di dalam kapal selam sudah tak bisa apa-apa. Sebab untuk menggunakan berbagai alat evakuasi, harus melibatkan peran mereka.

Sejumlah personel berfoto di kabin pengendali KRI Nanggala 402. Foto: Kompasiana.
Sejumlah personel berfoto di kabin pengendali KRI Nanggala 402. Foto: Kompasiana.

Sebut saja, membuka pintu keluar, itu harus dari dalam. Karena pintu memang dikunci dari dalam. Apabila tak bisa dibuka, maka akan susah.

“Nah kalau bisa membuka, mereka harus keluar satu-satu pakai baju alat khusus. Tetapi itupun baru pernah dicoba cuma sampai kedalaman 50 meter, kalau 100 meter di bawah laut enggak tahu masih kuat enggak dengan pakaian penyelamat itu, atau apalagi 800 meter.”

Selain itu, ada juga fitur rescue yang berada di atas Nanggala. Namun lagi-lagi tentu bisa dipakai jika para awak bisa membuka lubang di atas. Karena semua dikunci dari dalam. Dan selanjutnya, yang mungkin akan menambah sulit ditemukan, adalah jika kapal itu tengah mengaktifkan fitur siluman.

Sebab kapal selam memang didesain sulit ditemukan. “Makanya ini seperti senjata makan tuan, dan ini salah satu kesulitannya,” kata dia.

Sumber : https://www.hops.id/ada-di-800-meter-kondisi-kri-nanggala-disebut-sudah-berantakan-tak-karuan/

LihatTutupKomentar