Bukan human error! Ini ternyata yang menyebabkan KRI Nanggala-402 tenggelam

 

Bukan human error! Ini ternyata yang menyebabkan KRI Nanggala-402 tenggelam

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan penyebab tenggelamnya KRI Nanggala-402. Ia menyebut adanya keretakan sehingga kapal buatan Jerman tersebut tenggelam melebihi jangkauan kedalaman maksimal.

Diketahui, KRI Nanggala-402 dapat menyelam pada kedalaman 250-500 meter. Namun, kapal tersebut diduga tenggelam hingga kedalaman 850 meter.

“Dengan ditemukannya peralatan yang sudah keluar ini, terjadi keretakan. Karena memang terjadi tekanan kedalaman yang sekian dalamnya sampai 700-800 meter ini tentunya terjadi keretakan terhadap kapal selam tersebut,” kata Yudo.

Pernyataan tersebut sekaligus menampik dugaan human error atau kelalaian manusia sebagai penyebab utama tenggelamnya KRI Nanggala.

Kapal selam KRI 402. Foto: TNI AL.
Kapal selam KRI 402. Foto: TNI AL.

Keretakan tersebut membuat barang-barang yang berada di dalam kapal terapung. Barang itulah yang kemudian ditemukan oleh tim pencari dari TNI AL selama beberapa hari.

Seperti diketahui, sebelumnya ditemukan pelurus torpedo, pipa pendingin dengan tulisan Korea Selatan, alas beribadah, solar hingga lumas untuk periskop kapal selam.

“Barang-barang ini sebenarnya ada di dalam, apalagi penahan untuk pelurus torpedo ini sampai bisa keluar, berarti terjadi keretakan yang besar,” ucapnya, dilansir dari CNN pada Minggu, 25 April 2021.

KRI Nanggala 402. Foto Instagram @submarines.id
KRI Nanggala 402. Foto Instagram @submarines.id

Sebelumnya, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan berstatus on eternal patrol. KRI Nanggala-402 diketahui mengalami hilang kontak di perairan Utara Pulau Bali pada Rabu, 21 April 2021 sekitar pukul 04.25 WIB.

Kapal tersebut dijadwalkan untuk ikut dalam latihan penembakan rudal di laut Bali, pada Kamis, 22 April 2021.

Latihan ini rencananya dihadiri langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. TNI telah mengerahkan semua sumber daya untuk evakuasi KRI Nanggala berikut dengan melibatkan bantuan sejumlah negara seperti Singapura, Amerika Serikat, hingga India.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengungkapkan bahwa beberapa bagian dari badan KRI Nanggala-402 telah ditemukan. Bagian tersebut di antaranya adalah kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar bagian tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain, termasuk baju keselematan awak kapal MK11. Ia juga mengungkapkan bahwa ke-53 awak kapal KRI Nanggala-402 gugur dalam insiden tersebut.

Sumber : https://www.hops.id/bukan-human-error-ini-ternyata-yang-menyebabkan-kri-nanggala-402-tenggelam/

LihatTutupKomentar