KRI Nanggala tenggelam 850 meter, tubuh manusia akan alami ini di kedalaman laut ekstrem

 

KRI Nanggala tenggelam 850 meter, tubuh manusia akan alami ini di kedalaman laut ekstrem

Insiden tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga dan banyak orang. Sebelumnya, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di kedalaman 850 meter. Tak sedikit warganet yang bertanya-tanya, apa yang terjadi pada tubuh manusia di kedalaman laut ekstrem tersebut? Simak selengkapnya!

Dikutip dari Live Science, rekor penyelaman terdalam yang pernah dilakukan manusia dipegang oleh pria bernama Ahmed Gabr. Ia berhasil menyelam hingga kedalaman 332,35 meter di Laut Merah. Namun, angka yang fantastis tersebut tentu tidak berlaku bagi kebanyakan manusia pada umumnya.

KRI Nanggala 402 bersama KRI Sutedi Senoputera 878

Rata-rata, olahraga deep diving sendiri biasanya hanya mencapai kedalaman 30 meter. Lalu, apa yang terjadi pada tubuh jika menyelam terlalu dalam?

Pertama, suhu laut yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyelam mengalami hipotermia parah. Bahkan, tak menutup kemungkinan jika tubuh akan berhenti bekerja karena suhu ekstrem. Tak hanya itu, tanpa bantuan udara, tubuhmu tidak akan mampu bertahan lebih dari sekitar 30 menit.

Kedua, semakin dalam penyelaman, maka tekanan air (hidrostatik) juga akan semakin meningkat. Tekanan air akan mendorong tubuhmu dan mengisi setiap ruang udara di dalam tubuh. Alhasil, paru-paru akan berhenti bekerja. Tekanan di laut jauh lebih besar dibanding tekanan di udara karena air lebih padat.

Untuk setiap 10 meter, tekanan pada tubuh kamu meningkat hingga 1 bar. Artinya, pada kedalaman 300 meter, tubuh akan mengalami tekanan hingga 30 bar. Pada saat menyelam 10 meter, volume udara di telinga akan berkurang hingga 50%. Hal ini berisiko melubangi atau merusak gendang telinga, bahkan merusak kapiler di bola mata.

Bisa terbayang bagaimana mengerikannya jika tenggelam di kedalaman laut 850 meter seperti KRI Nanggala-402?

Narkosis nitrogen dalam tubuh

KRI Nanggala-402. Foto: TNI AL.
KRI Nanggala-402. Foto: TNI AL.

Tidak hanya oksigen yang menjadi lebih terkonsentrasi di dalam darah saat menyelam, tekanan parsial nitrogen di paru-paru juga meningkat. Nitrogen adalah penyebab penyakit dekompresi, tetapi juga menyebabkan apa yang dikenal sebagai narkosis nitrogen.

Narkosis memperlambat proses berpikir seorang penyelam dan dapat sepenuhnya mengubah pandangan mereka tentang suatu situasi. Bayangkan, mereka bisa menyelam jauh lebih dalam sambil mengira bahwa mereka sedang menuju ke permukaan. Ini juga berdampak negatif pada koordinasi fisik dan kontrol suhu, sehingga para penyelam merasa tubuh lebih hangat dari yang sebenarnya. Alhasil, risiko hipotermia semakin meningkat.

Narkosis mempengaruhi setiap penyelam secara berbeda dan pada kedalaman yang berbeda. Penyelam bebas menyebut bahwa telah efek narkosis datang lebih cepat atau lebih jelas dalam air dingin, gelap, dan jika kondisi pikiran mereka negatif sebelum penyelaman.

Sumber : https://www.hops.id/kri-nanggala-tenggelam-850-meter-tubuh-manusia-akan-alami-ini-di-kedalaman-laut-ekstrem/

LihatTutupKomentar