Lampu nyala, 3 torpedo: TNI AL ungkap biang misteri Nanggala terbelah

 

Lampu nyala, 3 torpedo: TNI AL ungkap biang misteri Nanggala terbelah

TNI Angkatan Laut (AL) memastikan proses investigasi tenggelamnya KRI Nanggala masih terus dilakukan. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan apa penyebab pasti tenggelamnya Nanggala sampai terbelah tiga.

Menurut KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, sampai saat ini pihaknya menduga jika indikasi terkuat adalah karena faktor alam.

“Kapal ini menyelam sudah melalui prosedur yang betul. Mulai dari laporan penyelaman sampai melakukan peran-peran persiapan menyelam, tempur, dan sebagainya,” kata dia dikutip Metro TV, Rabu 28 April 2021.

Dikatakan petinggi TNI AL itu, saat menyelam, lampu pada KRI Nanggala juga masih dalam keadaan menyala. Itu artinya tidak black out saat kapal menyelam. Kapal ini baru hilang sesaat melakukan penyelaman.

Ilustrasi Kapal Selam menembakan torpedo. Foto: GlobalTimes
Ilustrasi Kapal Selam menembakan torpedo. Foto: GlobalTimes

“Nah ini yang nanti akan diinvestigasi, tentunya setelah kapal itu bisa terangkat. Kita juga sudah evaluasi sejak awal kejadian ini, saya yakin bukan human error, mungkin faktor alam.”

TNI AL anggap Nanggala tenggelam masih misteri

Lebih jauh, TNI AL menyebut tenggelamnya KRI Nanggala hingga kini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Walau menyebut kemungkinan adanya faktor alam, tetapi di banyak kasus kecelakaan kapal selam di sejumlah negara, penyebabnya masih jadi misteri yang belum juga terpecahkan.

Hal ini disampaikan Asrena KSAL, Laksamana Muda TNI Muhammad Ali. “Di banyak negara kecelakaan kapal selam juga memang masih terus jadi misteri, soal penyebab pasti, belum ada yang tahu pasti. Apakah terlalu dalam dan sebagainya,” kata dia.

Akan tetapi yang pasti, dirinya membantah kalau ada yang menyebut Nanggala tenggelam karena kelebihan muatan. Itu tidak benar. Sebab prediksi ini tidak berdasar.

KRI Nanggala 402. Foto Instagram @submarines.id
KRI Nanggala 402. Foto Instagram @submarines.id

Selama ini, dalam berbagai operasi, kapal selam KRI Nanggala selalu melibatkan 50 personel.

Apabila tugas penyusupan dilakukan, KRI Nanggala selalu membawa tambahan satu regu pasukan khusus sebanyak 7 orang. “Jadi kalau ada operasi kita bawa bisa sampai 57. Sementara saat tragedi Nanggala hanya 53 awak,” kata dia.

Muhammad Ali lantas mengurai saat kejadian, KRI Nanggala hanya tengah membawa tiga buah torpedo. Padahal, kapal selam ini didesain bisa membawa 8 torpedo.

Untuk melakukan investigasi Nanggala, sedianya TNI AL akan melibatkan sejumlah pakar kapal selam, dan pakar pembuat kapal selam. Untuk menghindari kejadian serupa, TNI AL juga menyatakan bakal melakukan audit terhadap 4 kapal selam yang dimiliki.

Sumber : https://www.hops.id/lampu-nyala-3-torpedo-tni-al-ungkap-biang-misteri-nanggala-terbelah/

LihatTutupKomentar