Merinding! Muncul dugaan Nanggala tenggelam usai diganggu penghuni laut

 

Merinding! Muncul dugaan Nanggala tenggelam usai diganggu penghuni laut

Sejak dinyatakan tenggelam atau subsunk di perairan utara Bali, kapal selam Nanggala menghadirkan sejumlah teori konspirasi yang dipercaya banyak pihak. Bukan hanya dugaan yang bersifat teknis dan realistis, ada juga yang membawanya ke ranah klenik atau dunia roh jahat.

Ahli metafisika, Abiyasa Nusantara Majapahit meyakini, tenggelamnya kapal selam Nanggala bukan hanya soal teknis, melainkan juga metafisik. Hal tersebut bisa dibuktikan melalui sejumlah fenomena yang terjadi belakangan ini.

“Saya kira pada waktu-waktu terakhir ini ya, perairan Nusantara kok terasa banyak meminta korban,” ujar Abiyasa, dikutip dari Pikiran-rakyat, Jumat 30 April 2021.

“Tentunya korban-korban yang ada di perairan itu adanya kapal selam tenggelam dan yang lain-lain sejak zaman dulu sudah terjadi. Leluhur Nusantara melihat fenomena ini bukannya fenomena teknis saja, melainkan juga fenomena metafisik,” lanjutnya.

Tim Combat Diver Kopaska menyelam bersama KRI Nanggala 402
Tim Combat Diver Kopaska menyelam bersama KRI Nanggala 402

Abiyasa melihat, kecelakaan di perairan yang terjadi baru-baru ini berkaitan dengan sabdapalon. Ia menyebut sabdapalon dan para danghyang sudah tidak lagi melindungi Nusantara dari para lelembut atau roh jahat sejak 2020 lalu.

“Mulai tahun 2020 kemarin yang sabdapalon dan para danghyang di Nusantara sudah tidak lagi melindungi Nusantara dari gangguan para lelembut jahat yang haus darah di Nusantara ini,” ujar Abiyasa.

Perlu ada ritual usir roh jahat

Lebih jauh, dia mengatakan, untuk mengusir roh jahat atau menghindari kecelakaan akibat makhluk-makhluk tak kasat mata, maka perlu diadakan kegiatan fisik metafisik seperti ritual leluhur. Sejauh ini, hal itu mulai jarang dilakukan.

“Leluhur kita ribuan tahun, jutaan tahun sudah mempraktikkan bahwa kejadian-kejadian teknis, kejadian-kejadian fisik itu banyak terpengaruh dengan kejadian metafisik. Untuk menghindari kecelakaan fisik dilakukan kegiatan metafisik seperti ritual para leluhur.”

“Ritual-ritual itu bisa kita amati saja dengan adanya kejadian permintaan tumbal yang ada di lautan sekarang ini. Seberapa jauh ritual laut yang pernah dilakukan bangsa Nusantara ini yang mungkin sudah sangat amat berkurang dibandingkan dengan pada zaman-zaman Majapahit,” urainya panjang lebar.

Kapal selam KRI 402. Foto: TNI AL.
Kapal selam KRI 402. Foto: TNI AL.

Bukan hanya itu, dia juga mengingatkan pentingnya rendah hati saat berada di mana saja. Sebab, kata dia, tak jarang petaka datang saat manusia merasa sombong dan besar kepala.

“Kita semuanya perlu merendahkan hati kita, merendahkan kesombongan kita akan kejadian-kejadian yang sudah ada sampai berdampak pada meminta korban nyawa manusia ini,” kata dia.

TNI ungkap penyebab Nanggala tenggelam

Laksamana Muda TNI Muhammad Ali baru-baru ini menyampaikan dugaan terkini mengapa Nanggala bisa karam di lautan. Kabarnya, kapal selam berusia 44 tahun itu mengalami masalah lantaran kondisi alam yang ekstrem.

“Kondisi alam patut dicurigai karena terjadi internal solitary waves, dan itu dinyatakan ahlinya, bukan kita sendiri.”

“Nah itu harus kita antisipasi, dan menjadi catatan bahwa pada operasi-operasi berikutnya kita perlu mengetahui dan meneliti (kondisi alam saat menjalankan tugas). Bukan hanya angkatan laut saja, tapi juga oleh seluruh badan survei hidrografi nasional,” kata dia.

Sumber : https://www.hops.id/merinding-muncul-dugaan-nanggala-tenggelam-usai-diganggu-roh-jahat/

LihatTutupKomentar