Yakin TNI Polri basmi KKB Papua? Wong bekuk pelaku kasus ini aja tak mampu

 

Yakin TNI Polri basmi KKB Papua? Wong bekuk pelaku kasus ini aja tak mampu

TNI dan Polri sudah menambah kekuatan untuk menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Namun Ind Police Watch (IPW) tidak yakin aparatur TNI Polri akan berhasil membersihkan dan menangkap seluruh anggota KKB, seperti yang diperintahkan Presiden Jokowi.

IPW menyebutkan ada tiga alasan yang membuat lembaga ini pesimis TNI Polri mampu menangkap seluruh anggota KKB Papua. IPW mengatakan banyak kasus yang melibatkan TNI Polri, namun pelakunya belum tertangkap.

Tiga alasan, tiga kasus

KKB Papua. Foto: Ist via Merdeka
KKB Papua. Foto: Ist via Merdeka

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan ada tiga alasan yang membuatnya pesimis aparat bisa memberantas semua anggota KKB.

Pertama, kasus pembakaran gereja dan pembunuhan satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang diduga dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hingga kini pelakunya belum juga tertangkap. P

adahal kasus itu sudah terjadi enam bulan lalu, tepatnya Jumat 27 November 2020 pagi. MIT pimpinan Ali Kolara hanya beranggota 14 orang. Tapi aparat keamanan seperti tak berdaya menghadapinya.

Kedua, kasus terbunuhnya anggota Brimob Bratu Yohanes Samuel Biet dan lukanya anggota Kopassus Serda Donatus Boyau di dekat MY Bar, Blok M Jakarta pada 18 April, hingga kini belum juga terungkap dan pelakunya belum tertangkap.

“Padahal KASAD Jenderal Andika Perkasa mengatakan, pihaknya sudah menurunkan empat jenderal TNI AD untuk mengawal pengusutan kasus ini,” tulis Neta dalam keterangan tertulisnya kepada Hops.ID, Kamis 29 April 2021.

Ketiga, kata Neta, selama April saja setidaknya ada lima peristiwa penembakan yang dilakukan KKB Papua. Empat terhadap masyarakat sipil. Satu penembakan yang menyebabkan Kabinda Papua Brigjen TNI IGP Danny Nugraha Karya gugur. Dan seluruh pelakunya belum tertangkap.

“Dari ketiga kasus ini IPW menyimpulkan bahwa aparatur keamanan belum bekerja profesional. Jika tidak profesional bagaimana bisa menghabisi dan menangkap seluruh anggota KKB yang bersembunyi di dalam hutan, wong menangkap pelaku penusukan Brimob dan anggota Kopassus yang terjadi di Jakarta saja tak kunjung mampu,” ujar Neta.

TNI Polri, sebelum KKB tangkap Ali Kalora dulu

Rumah duka korban teroris MIT
Sejumlah warga berada di rumah duka korban penyerangan gerombolan MIT, di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (29/11/2020). ANTARA FOTO/Faldi/Mohamad Hamzah

Neta khawatir, jika KKB Papua terbiarkan terus beraksi masyarakat dan aparatur akan terus menerus menjadi bulan bulanan.

Untuk itu, IPW berharap Kapolri dan Panglima TNI membuat konsep yang jelas untuk memberantas KKB dan memberi jaminan keamanan di Papua.

Namun sebelum memberantas KKB, Polri bersama TNI harus menunjukkan terlebih dulu kemampuannya untuk menangkap pelaku pembunuhan anggota Brimob dan penusukan anggota Kopassus di Blok M.

Setelah itu Polri bersama TNI menangkap kelompok MIT Ali Kolara. Sehingga penangkapan ini bisa menjadi kekuatan moral bagi para personil TNI dan Polri untuk menangkap dan menghabisi KKB di Papua.

Untuk itu Kapolri diharapkan bisa segera melakukan konsolidasi di internal Polri dan mengajak TNI bersatu padu untuk menangkap semua anggota KKB. Dengan soliditas ini tentunya akan lebih fokus lagi untuk menuntaskan KKB.

sumber : https://www.hops.id/yakin-tni-polri-basmi-semua-kkb-wong-bekuk-pelaku-kasus-ini-aja-tak-mampu/

LihatTutupKomentar