PDIP dan Ganjar makin memanas jelang Pilpres, PKS ungkap penyebabnya: Sebenarnya…

 

PDIP dan Ganjar makin memanas jelang Pilpres, PKS ungkap penyebabnya: Sebenarnya…

Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikabarkan makin mendidih lantaran partai berlambang kepala banteng itu disebut justru menelantarkan Ganjar Pranowo di tengah elektabilitasnya yang meroket. Menanggapi polemik tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku perihatin dengan memanasnya Ganjar dan PDIP.

Mardani menilai, Ganjar sebenarnya saat ini sedang mendapat ujian berat untuk disiapkan sebagai pemimpin Indonesia dan Jawa Tengah jadi lebih baik.

Mas @ganjarpranowo sedang mendapat ujian sebenarnya untuk menjadi Pemimpin yang mampu membawa Indonesia dan Jateng khususnya, jadi Negara dan Provinsi yang maju. Sing sabar Mas,” kicau Mardani, dikutip Hops pada Senin, 24 Mei 2021.

Lambang PKS. Foto: Wikipedia
Lambang PKS. Foto: Wikipedia | PDIP dan Ganjar makin memanas jelang Pilpres, PKS ungkap penyebabnya

Semakin hangat diperbincangkan di medsos

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, PDIP sedang panas di internal dalam narasi calon presiden.

Ganjar Pranowo disindir terlalu berambisi jadi capres padahal PDIP menjagokan Puan Maharani yang berlaga di 2024.

Nah gara-gara narasi itu, dikabarkan kemarin Ganjar tak diundang dalam konsolidasi PDIP Jawa Tengah. Dalam acara tersebut, Puan Maharani memberi arahan kepada kader. Makanya enggak heran kalau Narasi Puan vs Ganjar pun berkembang di jagat media sosial.

Yang terlihat, simpati pada Ganjar tumbuh. Tapi warganet lainnya melihat narasi Ganjar tak diundang ini adalah siasat lain alias lagu lama PDIP untuk melihat potensi capres gitu.

Nah merespons narasi itu, akun Partai Socmed merespons isu ini. Akun ini mengingatkan cara-cara pendukung Puan menyerang Ganjar ini mengingatkan pada perlakuan Megawati pada SBY dan Jokowi dulu kala.

Megawati pernah mempermalukan SBY, dan akhirnya simpati rakyat berpihak pada SBY dan akhirnya melenggang menjadi presiden.

“Apa tidak ingat dulu perlakuan orang tuanya yg mempermalukan dgn memecat SBY lalu melambai2kan map surat pemberhentian, akhirnya berbuah blunder besar. Orang2 jadi simpati pada SBY dan Megawati termehek2 karenanya,” tulis akun PartaiSocmed dikutip Senin 24 Mei 2021.

Akun ini pun menilai Ganjar yang sekarang dimusuhi internal PDIP dan pendukung Puan ini mirip dengan nasib perjalanan Jokowi dulu kala bakal menjadi capres.

Dulu Jokowi sempat ditolak internal PDIP jadi capres. Termasuk kubu Puan dulu nggak dari awal lho mendukung Jokowi. Tahu nggak siapa sosok internal PDIP yang dulu awal menjagokan Jokowi jadi capres, dia dalah politikus Maruarar Sirait.

“Dulu sebelum akhirnya terpaksa dicalonkan, Jokowi juga dimusuhi oleh geng rinso ini. Setelah menang tetap menikmati bagi2 jatah tapi dendamnya terhadap Maruarar Sirait yg mengusung Jokowi sejak awal tak kunjung padam. Bahkan Maruarar mau diangkat jadi menteri pun mereka menolak,” tulis PartaiSocmed.

Malahan internal PDIP pun dendam meski Jokowi sudah memang jadi presiden. Terbukti dalam drama menteri kabinet perdana Jokowi.

“Berujung pada penolakan mereka terhadap Maruarar Sirait yg mau diangkat jadi Menkominfo, gara2 dendam terhadap Ara yg dianggap jadi pelopor dukungan internal PDIP terhadap Jokowi saat itu. Sedihnya Jokowi tidak membela Ara seperti Ara mendukung mati2an beliau,” tulis akun tersebut.

Ganjar enggak diundang itu kelewatan!

Ganjar Pranowo. Foto: Google Images
Ganjar Pranowo. Foto: Google Images | PDIP dan Ganjar makin memanas jelang Pilpres, PKS ungkap penyebabnya

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto memberikan konfirmasi tidak mengundang Ganjar saat pengarahan kader itu.

“Tidak diundang! (Ganjar Pranowo-red) ‘wis kemajon’ (kelewatan), ‘yen kowe pinter, ojo keminter’ (bila kamu pintar, jangan sok pintar-red),” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto seperti dilansir dari Suara.com, Minggu kemarin.

DPD PDIP Jateng menyebut Ganjar Pranowo yang juga Gubernur Jateng, terlalu berambisi maju pada Pilpres 2024 sehingga meninggalkan norma kepartaian.

Menurut Bambang, DPD PDIP Jateng sebenarnya sudah memberikan sinyal jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden tidak baik.

Di satu sisi, belum ada instruksi dari Ketua Umun Megawati Soekarnoputri, sedangkan di sisi lain hal itu tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah ketua umum.

“Hal ini ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di media sosial dan media massa, bahkan Ganjar sampai rela menjadi ‘host’ di youtube-nya, padahal hal serupa tak dilakukan oleh kader PDIP lain yang juga berpotensi untuk ‘nyapres’” papar Bambang.https://1acaaa46100c52435ce8b58b8208f50f.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-38/html/container.html

Menurutnya, kader PDIP lain itu bukannya tak bisa melakukan hal yang sama, namun tak berani karena belum mendapatkan perintah ketua umum.

Wis tak kode sik. Kok soyo mblandang, ya tak rodo atos‘ (Sudah saya kode lebih dulu, kok semakin liar ya saya sedikit keras).Saya di-bully di medsos, ya bully saja, saya tidak perlu jaga image saya,” tutur Bambang.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini sekali lagi mengingatkan jika elektabilitas saat ini belum bisa dijadikan patokan dalam pertempuran pilpres yang sesungguhnya.

Elektabilitas yang saat ini hanya terdongkrak dari pemberitaan dan medsos. Hal itu mudah dikalahkan dalam pertarungan secara riil.

“Hal ini disampaikan bukan sebagai teguran bagi Ganjar yang juga kader PDIP. Ini bukan teguran, karena ia merasa lebih tinggi dari kita (DPD PDIP Jateng). Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri),” kata Bambang Pacul.

Saat ditanyakan apakah Ganjar Pranowo sudah menyatakan terang-terangan akan maju Pilpres, Bambang memberikan jawaban.

Sumber : https://www.hops.id/pdip-dan-ganjar-makin-memanas-jelang-pilpres-pks-ungkap-penyebabnya/

LihatTutupKomentar